Berawal dari Sebuah Ide, Pasar Tradisional Topadatindo di Lembang Pata’padang Dibuka

Berawal dari Sebuah Ide, Pasar Tradisional Topadatindo di Lembang Pata'padang Dibuka

748

Terasnews.co, TORAJA UTARA – Hari ke dua pasar tradisional Topadatindo di Lembang Pata’padang Kecamatan Sanggalangi’, Kabupaten Toraja Utara berjalan dengan lancar.

Pantauan di lokasi, nampak para pembeli mengelilingi area pasar tradisional yang terpusat di halaman kantor Lembang Pata’padang, Selasa (8/6/2021).

Pasar tradisional Topadatindo terbentuk dari sebuah gagasan atau ide dari Matius Allo Karaeng selaku kepala Lembang Pata’padang, bagaimana menumbuhkan ekonomi kerakyatan di masa pandemi covid-19.

Menurut Matius saat ditemui di kantor Lembang Pata’padang mengatakan, dari ide itulah sehingga pasar tradisional Topadatindo terbentuk sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam pemulihan ekonomi masyarakat.

Kadiv Humas Badan Penelitian Aset Negara Lembaga Aliansi Indonesia DPC Toraja Utara, Jefri Paramma
Kadiv Humas Badan Penelitian Aset Negara Lembaga Aliansi Indonesia DPC Toraja Utara, Jefri Paramma

“Pasar tradisional Topadatindo ini untuk mendekatkan pasar kepada masyarakat yang telah diberdayakan melalui dana desa dan harapan kami dalam masa pandemi ini semoga pertumbuhan ekonomi masyarakat yang ada di Lembang pata’padang di sekitar wilayah ini bisa tumbuh dengan baik berkat dibuatnya pasar, agar apa yang menjadi kebutuhan perputaran roda ekonomi itu bisa berjalan di Lembang pata’padang dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa di Lembang pata’padang dikenal sebagai sebuah Lembang yang mempunyai kerajinan tangan seperti parang atau pandai besi, manik-manik, pembuat rumah adat.

Pasar Tradisional Topadatindo

Tak hanya itu, kata Matius, produk pertanian yang dahulu dikenal yaitu kopi manggayo dan ada juga produk lokal seperti minyak yang terbuat dari sarre (sereh) hanya belum diberi nama tapi kedepannya akan diberi nama sesuai dengan bahan pokoknya.

“Inovasi lembang pata’padang, dari segi pertanian buah manggis banyak disini, peternakan banyak juga disini yang pemelihara itik bahkan ratusan itik, itulah sampai kami buat pasar ini,” terangnya.

Saat ditanya, mengapa pasar tradisional Topadatindo terpusat di halaman kantor Lembang?, Matius mengatakan bahwa selain tempat belum ada yang memadai, jalan kantor Lembang Pata’padang merupakan area strategis dimana menghubungkan Rantepao ke Makale jika melalui Lembang ini.

“Kita masih akan bermusyawarah dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama dengan pemerintah mudah-mudahan kelak ada tempat yang bisa kita buka untuk pindahkan pasar ini. Jadi disini hanya untuk sementara, saya mengharapkan juga jangan sampai ada yang mengatakan kok kantor lembang menjadi pasar? Saya katakan ini hanya sementara kami akan pikirkan pasar ini di wilayah pata’padang ada tempat yang kita tempati nanti untuk berjualan lebih baik dan strategis tentu tak lupa juga saya ucapkan terimakasih kepada bapak ibu yang telah datang menjual dan membeli di pasar topadatindo atas partisipasi kita saya ucapkan perhargaan yang sebaik-baiknya,” imbuhnya.

“Pasar tradisional Topadatindo dibuka sekali seminggu setiap hari Selasa jam 7 pagi – jam 10 pagi. Selain kebutuhan sehari-hari, yang ingin membeli produk lokal seperti manik-manik, sepu’-sepu’, tenun silahkan datang langsung ke pasar ini. Semoga tuhan yang maha kuasa senantiasa memberikan rahmatnya agar pasar ini berjalan dengan baik,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kadiv Humas Badan Penelitian Aset Negara Lembaga Aliansi Indonesia DPC Toraja Utara Jefri Paramma,
mengapresiasi atas terbentuknya pasar tradisional Topadatindo yang didasari oleh sebuah ide positif dari kepala Lembang Pata’padang bagaimana menciptakan ketahanan pangan dengan memunculkan ekonomi rakyat agar Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) bertumbuh.

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.