Cinta Tanah Kelahiran, Dubes Indonesia (Purna Tugas) Sowan ke Bupati dan Wabup Toraja Utara

Cinta Tanah Kelahiran, Dubes Indonesia (Purna Tugas) Sowan ke Bupati dan Wabup Toraja Utara

1.990

Terasnews.co, TORAJA UTARA – Duta besar Indonesia (purna tugas) periode 2007-2011 dan peride 2016-2020 Alfred T. Palembangan, SH, Saat temu sapa dengan media ini, ia mengutarakan maksud dan tujuannya sowan ke Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara, Senin (31/5/2021) di perkantoran dinas gabungan Marante.

Putra daerah asal Toraja ini tepatnya di Lembang Sa’dan Matallo mengutarakan maksud dan tujuannya sowan karena didasari cinta tanah kelahiran.

Nampak kru terasnews.co wawancara bersama Dubes Indonesia (Purna tugas) Alfred T. Palembangan, SH
Nampak kru terasnews.co wawancara bersama Dubes Indonesia (Purna tugas) Alfred T. Palembangan, SH

Oleh sebab itu, Alfred ingin menyampaikan ide atau masukan-masukan dan juga mengapresiasi program yang telah dilaksanakan oleh Pemkab Toraja Utara.

Menurutnya, gerakan yang dilakukan oleh Bupati dan Wakil bupati beserta jajarannya saat ini itu luar biasa bagus dengan adanya kantor Bupati Mobile.

“Kantor bupati mobile itu luar biasa ada juga teman-teman yang nyinyir tetapi ya biarkan saja itu sebagai sesuatu yang bisa menguatkan mereka untuk lebih berupaya lagi. Kita harapkan dan kami datang untuk memberi suport, memberi semangat bahwa ada juga masyarakat yang mendukung kegiatan dan program yang dilakukan dan itu perlu,” ungkapnya.

Lanjutnya, hanya saat ini yang belum tertata dengan baik yakni parkiran. Olehnya itu ia mengusulkan program untuk pembangunan alun-alun.

“Bekas pasar lama kami berikan masukan kalau mungkin di tata sedemikian rupa supaya tempat alun- alun itu nantinya mempunyai fungsi ganda atau multi fungsi. Taman bisa dibangun di alun-alun jika memungkinkan basemant juga lalu di bawahnya menjadi tempat parkir untuk masyarakat yang beraksi atau berinteraksi di sekitar itu sehingga mereka bisa memarkir mobilnya di situ lalu bisa mengunjungi tokoh-tokoh atau bertemu keluarga disekitaran itu juga,” terangnya.

Sebab menurut Alfred, siapa saja mau membangun pribadi atau membangun lembaga atau organisasi harus diwajibkan mempunyai tempat parkir minimal parkir itu satu atau dua halamanya. “Untuk parkir jangan terparkir di jalan, yang terjadikan di sini makanya rantepao penuh mobil di jalan karena tidak punya parkiran disediakan ditempanya,” jelasnya.

Jika itu di tata dengan baik, Tambah Alfred, dirinya meyakini akan membawa manfaat untuk parkiran di tempat tersebut jadi tak terulang lagi apa yang terjadi belakangan ini.

“Ini mungkin bisa dipertimbangkan, ini bukan paksaan tetapi kita berikan masukan. sebagai rakyat memberikan masukan kalau itu dipertimbangkan bagus dan bisa dilaksanakan ya puji syukur, kalau tidak ya mungkin itu dianggap sebagai masukan yang bisa menjadi catatan,” imbuhnya.

Alfred berharap antusiasme yang ditunjukkan oleh semangat yang telah dipraktekkan beberapa minggu setelah pelantikan tetap di pelihara bahkan ditingkatkan.

Di tempat yang sama, Kolumnus Pemerhati dan pengamat Perempuan dan anak, DR Esther Ryan Megah Mandalawati mengatakan hal senada, sowan duta besar memberikan pandangan serta saran atau masukan-masukan tentang master plan tata kota kepada pemerintah toraja utara yang diterimah oleh Wakil Bupati.

Disamping itu Esther juga menyampaikan selamat dan sebagai warga toraja, dirinya juga menyampaikan bahwa suport tim, baik secara spiritual maupun sebagai warga tetap mendukung kepemimpinan Ombas-Dedy kedepan dan saat ini juga mendukung program-program yang dilaksanakan.

“Satu hal yang saya sampaikan adalah bagaimana pemukiman yang baik, yang mana kita menyampaikan ada anak-anak muda yang punya apresiasi bagus untuk menatap pemukiman layak huni di toraja utara dan tana toraja, ini saya membawa salah satu properti yang di kelola anak muda kita yang kemarin melangsungkan kegiatan di hotel heritage,” ujarnya.

“Mereka menyapa toraja dengan perkembangan bridal yang bagus, bagaimana bagusnya untuk melakukan semacam apresiasi anak muda yang peduli terhadap masyarakat sosial karena kaum perempuan merasakan sekali pandemi ini bagaimana harus hidup dengan keuangan yang sangat tidak memungkinkan, ekonomi kita tidak memungkinkan untuk menyekolahkan anak dengan baik yang seperti dulu-dulu sehingga diperlukan kerja sama pemerintah dan kaum perempuan serta anak-anak muda,” katanya.

“Karena ini penggerak untuk bisa membangun dan menyertakan masukan-masukan beliau yang di masukan duta besar tadi, kita berharap ini bisa menjadi satu pemikiran dan masukan yang bagus kepada beliau-beliau agar anak muda juga dilibatkan baik semangat dan kreatifitasnya,” kuncinya.

Esther yang akrab disapa bunda menyampaikan apresiasi dan terimah kasih banyak kepada duta besar dan juga kepada Ir Erik Patulak seorang entrepreneur muda bidang property yang turut sowan beserta keluarga untuk menyampaikan suporting dan masukan tentang mau di kemanain sih program-program ini? yang harus dibantu anak muda dan juga orang-orang yang pengalaman secara internasional.

Ia juga turut prihatin dengan tingkat pembunuhan dan bunuh diri anak- anak yang tingkatnya tinggi. Olehnya itu dirinya meminta dengan hormat agar bukan saja kebersihan tetapi anak-anak muda ini diberikan dorongan secara iman.

DR Esther Ryan Megah Mandalawati berharap agar pemerintah membukakan jalan kawula muda untuk berkreasi dan berwujud nyata di kampung halaman dalam mendukung program pemukiman layak huni juga bagi para hamba Tuhan yang saat ini telah lepas tugas namun harus tetap memiliki penghunian layak huni.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.