Kepala BPKAD Torut: Penyerapan dan Belanja APBD Secara Maksimal baru Akan Terlaksana Mulai Bulan Depan

Kepala BPKAD Torut: Penyerapan dan Belanja APBD Secara Maksimal baru Akan Terlaksana Mulai Bulan Depan

819

Terasnews.co, TORAJA UTARA – Sesuai surat edaran Menteri Keuangan RI/2/PK/2021 bahwa pengalokasian untuk penanganan covid tahun anggaran 2021 untuk Toraja Utara yaitu 8 persen bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dengan total keseluruhan Rp39 M lebih yang dialokasikan di RS Pongtiku, Dinas Kesehatan, BPBD dan Kelurahan.

Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Toraja Utara Matius Sampe Lalong, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/6/2021).

“Saat ini realisasi masih nol sebab menunggu SPJ dari masing-masing OPD dan kedepannya sudah pasti ada direalisasikan. Karena kalau tidak ada SPJ harus diverifikasi dulu oleh inspektorat, setelah diverifikasi diajukan untuk dicairkan,” ungkapnya.

Mengenai penyerapan dan belanja APBD Toraja Utara 2021 hingga saat ini masing-masing baru mencapai 23,02% dan 20,01% dari Total APBD 2021 sebesar Rp 1 T, 152 M 600 juta rupiah lebih.

“Lambannya Penyerapan dan Belanja APBD tersebut disebabkan dana transfer daerah dari pusat seperti DAK yang merupakan porsi terbesar dalam APBD Toraja Utara 2021 belum ditransfer dari pusat karena dana DAK pada setiap tahunnya baru ditransfer ke daerah, pada Bulan Juli,” sebutnya.

Lanjutnya mengatakan, Namun hal tersebut tidak mempengaruhi kelancaran pembayaran gaji ASN dan Tenaga Kontrak, TPP dan biaya operasionnal SKPD, karena anggarannya diprioritaskan.

Jika ada gaji tenaga kontrak dan TPP yang belum dibayar, kata Matius, itu masalahnya pada OPD yang bersangkutan karena mereka lamban mengurusnya.

“Penyerapan dan Belanja APBD secara maksimal baru akan terlaksana mulai bulan depan,” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.