Peringati Hari Pendidikan Nasional, Ini Arahan Bupati Toraja Utara

Peringati Hari Pendidikan Nasional, Ini Arahan Bupati Toraja Utara

1.141

Terasnews.co, TORAJA UTARA – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei kemarin, pemerintah daerah Kabupaten Toraja Utara melaksanakan upacara bendera dengan mengusung tema “Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar”, Senin (3/5/2021) di lapangan bakti Rantepao.

Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, upacara ini diikuti oleh bupati toraja utara Yohanis Bassang, SE, M.Si dan wakil bupati Toraja Utara Frederik Viktor Palimbong, ST, Sekretaris daerah, jajaran pemerintahan daerah Kabupaten Toraja Utara, Forkopimda Toraja bersama perwakilan dari siswa/siswi sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Toraja Utara mulai dari SD,SMP,dan SMA, serta sebagian tenaga kesehatan. Semua ASN yang mengikuti upacara ini, di wajibkan menggunakan pakaian adat khas Toraja yaitu pa’tanun.

Selaku pembina upacara bupati Toraja Utara Yohanis Bassang, SE, M.Si , membacakan pidato tertulis dari menteri pendidikan dan kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, yang didalamnya tertulis,” Hari pendidikan nasional tahun ini merupakan kali ke 2 kita merayakan di masa pandemi. Hari ini kita bangkitkan semangat untuk menyongsong lembaran baru pendidikan Indonesia. Esensi mendasar pendidikan harus memerdekakan kehidupan manusia. Pendidikan di negara kesatuan republik Indonesia haruslah menuju arah lahirnya kebahagiaan batin serta juga keselamatan hidup. Lembaran baru pendidikan Indonesia berarti transformasi. Transformasi yang tetap bersandar pada sejarah bangsa, dan juga keberanian menciptakan sejarah baru yang gemilang. Saya ingin, anak-anak Indonesia menjadi pelajar yang menggenggam teguh falsafah Pancasila, pelajar yang merdeka sepanjang hayatnya, dan pelajar yang mampu menyongsong masa depan dengan percaya diri. Karenanya, kementerian ini secara konsisten terus melakukan transformasi pendidikan melalui berbagai terobosan Merdeka Belajar.

Sementara Bupati Toraja Utara menyampaikan dalam arahannya,
“Kain 2 warna ini bisa berkibar seperti ini setelah melalui perjuangan yang melelahkan dan telah merenggut jutaan jiwa. Tantangan bagi kita generasi penerus. Sebagai anak-anak bangsa dimana hati nurani kita? bapak ibu guru harus memberi contoh pada anak didik kita. Untuk upacara selanjutnya tidak boleh satupun ada yang bergerak di saat pengibaran bendera sedang berlangsung, apakah itu kendaraan roda 2,roda 3, maupun roda 4. Semua harus berhenti dan memberikan hormatnya, setelah selesai barulah bisa melakukan aktivitasnya lagi. Kalau bukan kita yang menghargai lalu siapa lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, Bendera ini adalah simbol negara bukan hanya sekedar kain. “Oleh karena itu saya harap kesungguhan hati kita dalam upacara kita ini. Belajarlah kita menghargai orang dan menghargai diri. Bagaimana mungkin orang menghargai jika kita tidak bisa mengharhai diri kita. Kita harus mulai bangkit dengan cara kerja baru. Jangan terlena dengan kemalasan. Yang di tunggu masyarakat sekarang adalah karya nyata bukan retorika. Mulai tanamkan nasionalisme dalam diri masing-masing. selama kepemimpinan saya 5 tahun kedepan, apupun yang kita kerjakan harus di selesaikan dengan baik, tidak ada yang namanya sekedar-sekedar. Hari ini kita merayakan pendidikan nasional, Pendidikan membuka jendela masa depan pendidikan kedepan. Berada di pundak masing-masing. Berlombalah meraih kesuksesan. Dunia pekerjaan sekarang membutuhkan keterampilan. Bekalilah diri dengan ketrampilan yang hebat, yang semua itu di dapat dari pendidikan. Seorang pemimpin yang hebat itu memiliki pengalaman, jangan menjadi pemimpin yang karbitan,” tutupnya.

Selesai mengikuti upacara Hari Pendidikan Nasional, Bupati Toraja Utara langsung menuju ke kecamatan Awan Rantekarua, dalam rangka pelayanan program Kantor Bupati mobile. Sedangkan Wakil Bupati mengikuti Rapat dengan Mendagri dan Kemenkes melalui aplikasi zoom di Kantor Bupati Bukit Marante.(**)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.