Wakil Ketua DPRD Toraja Utara, Samuel T. Lande: Nasionalisme dan Kebangsaan Tidak Dapat di Ukur dari Pengecetan Pagar Warna Merah Putih

Wakil Ketua DPRD Toraja Utara, Samuel T. Lande: Nasionalisme dan Kebangsaan Tidak Dapat di Ukur dari Pengecetan Pagar Warna Merah Putih

544

Terasnews.co, Toraja Utara – Terkait pernyataan Bupati Toraja utara Yohanis Bassang tentang pelaku usaha yang tidak mengecet pagar dengan warna merah Putih tidak akan mendapatkan perpanjangan izin usaha, pernyataannya tersebut disampaikan pada saat apel pagi pada Selasa 15 Juni 2020.

Pernyataan bupati Toraja mendapatkan perhatian dari Wakil Ketua DPRD Toraja utara Semuel T Lande’, SH, Ia mengatakan Nasionalisme dan kebangsaan tidak dapat di ukur dari pengecetan pagar warna merah putih.

“Soal Nasionalisme dan kebangsaan tidak dapat diukur dari pengecetan pagar rumah atau usaha rakyat kita dan Pelaku UKM,” ucap Semuel melalui keterangan tertulisnya via WhatsApp (WA) Rabu (16/6/2020).

Ia pun mempersilahkan masyarakat Toraja utara untuk mengecet pagar.

“Yang ada kesempatan cat merah putih silahkan, bupati juga tidak boleh paksakan apa lagi diberi sanksi tidak perpanjang izin usaha,” sebutnya.

Tambahnya, saat ini Pemerintah memiliki program Pemulihan ekonomi dengan adanya Program tersebut dapat memudahkan bagi pelaku usaha.

“Saat ini ada program Pemulihan Ekonomi Nasional yang terdampak Pandemi, semestinya usaha UKM itu diberi kemudahan dan iklim usaha yang kondusif jangan malah mengancam pelaku UKM untuk tidak diperpanjang ijin usahanya hanya karena tidak sempat mengecat tempat usaha karena alasan-alasan tertentu seperti estetika tempat usaha atau karena tidak mampu membeli cat karena omzet usaha yang lesu, mereka malah diancam tidak diperpanjang izin usahanya. Masyarakat Toraja Utara berhak merayakan proklamasi dengan gembira,” ujarnya.

“Biarlah rakyat dan pelaku UKM merayakan Proklamasi dgn gembira, yang mampu mengecat silahkan tapi yang belum berkesempatan dapat memasang bendera dan Umbul – umbul yang semarak di rumah dan tempat usaha masing-masing tanpa paksaan dan tekanan, bahkan program Pemulihan Ekonomi Nasional(PEN) dari Presiden Jokowi agar daerah mempermudah perijinan dan menciptakan kemudahan-Kemudahan bagi iklim usaha yg kondusif,” terangnya.

Ia pun berpesan kepada pemerintah Toraja Utara untuk lebih memperhatikan destinasi wisata yang ada di Toraja Utara.

“Toraja adalah daerah pariwisata, tentu sisi estetika dan desain tempat usaha pariwisata seperti hotel, restoran dan cafe-cafe di buat semenarik mungkin dengan estetika yang dapat menarik wisatawan,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.